728x90 AdSpace

T e r b a r u
Sabtu, 20 Agustus 2011

Kue Khas Bugis - Pinrang



Karasa
Panganan yang terbuat dari tepung beras dan gula aren. Meski untuk membuat Karasa diperlukan keterampilan dan kesabaran khusus namun masih banyak juga warga yang tetap memproduksinya. Panganan ini selalu ada di setiap acara-acara khusus/acara adat di Kabupaten Pinrang.
Karasa banyak ditemukan di Cempa, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Disina kita bahkan bisa melihat para pembuat karasa sedang membuat penganan ini.
Bila anda ke Pinrang tidak lengkap rasanya bila belum mencoba kue ini.



Didara Belanda
Didara Belanda, kue tradisonal ini bahan utamanya tepung terigu dan telur yang memilki warna khas oranye dan kuning. Panganan kue ini memiliki rasa yang manis. Belum ada sumber sejarah yang jelas mengapa kue ini dinamakan didara belanda ,mungkin karena warnanya yang oranye yang merupakan warna kesukaan orang Belanda sehingga dinamakan didara Belanda.


Beppa Pute
Kue ini merupakan makanan tradisional yang memiliki rasa khas, manis dan renyah. Untuk acara pernikahan masyarakat Bugis kue ini menjadi syarat yang mesti ada. Kue tradisional ini dikenal dengan sebutan beppa pute yang bahan utamanya terbuat dari putih telur. 


Beppa Golla Cella (Bolu Cukke)
Kue ini merupakan makanan tradisional yang memilki rasa manis yang khas dimana rasa golla cella (gula merah; baca : Indonesia) mendominasi kue ini. Kue ini dikenal dengan nama Beppa golla cella atau Bolu Cukke karena dominasi bahan adonanya adalah golla cella dan dalam pembuatannya memilki cetakan khusus.
Kue ini biasa disebut juga dengan sebutan bolu cukke karena cara mengangkat kue yang sudah matang dengan cara dicungkil (cukke).


Kue ini merupakan makanan tradisional yang dikenal dengan nama Barongko yang bahan utamanya dari pisang yang dihaluskan dan dicampur dengan bahan kue lainnya. Uniknya kue ini dibungkus dengan daun pisang yang memiliki bentuk tersendiri. Kue barongko merupakan hidangan wajib pada setiap acara hajatan di Sulawesi Selatan, seperti acara Pernikahan, Syukuran, dll.

Kue bolu adalah kue yang sudah sangat familiar di Indonesia. Berdasarkan bahan, kue bolu sangat banyak jenisnya, mulai dari bolu coklat, bolu keju, bolu pisang, bolu karamel, bolu ketan hitam dan lain-lain. Nah, disini kami akan berikan resep kue bolu peca'. Bolu peca' adalah adalah kue khas Bugis Makassar yang bahan utamanya adalah tepung dan gula merah. Kue ini berbentuk segi empat dan biasanya disajikan dalam acara-acara khusus seperti pernikahan. Rasanya gurih renyah dan tentu saja manis, karena bolu ini telah direndam dengan cairan gula merah.

Katirisala, kue tradisonal ini bahan utamanya beras ketan hitam, gula merah dan telur yang memilki rasa enak, manis dan khas. Dalam pembuatannya kue ini biasanya memilki cetakan khusus berbentuk bundar , kue yang satu ini terdiri dari dua lapisan dimana lapisan bawahnya terbuat dari beras ketan dan lapisan atasnya terbuat dari campuran gula merah dan telur. Katirisala menjadi salah satu jamuan bosara (baca : bugis) yakni hidangan kue yang biasanya selalu ada dalam acara pernikahan atau acara-acara masyarakat Bugis Makassar.  


Cucuru Te'ne
Kue tradisional yang satu ini dikenal dengan nama cucuru tekne yang bahan utamanya terbuat dari tepung beras dan gula merah. Keu ini memilki khas rasa manis gula merah, renyah dan enak. Bentuknya yang khas lonjong dan sedikit mengkerucut diujungnya menjadikanya lebih unik.


Sikaporo
Kue merupakan kue yang banyak digemari pada setiap acara hajatan atau pesta. Kue ini rasanya mirip sama puding tahu atau puding karamel, cuma aja sikaporo dirasuki lebih banyak karamel dan putih telurnya dikocok kaku jadi teksturnya lebih spongy. Rasanya manis, karamel banget.



Doko-Doko Cangkuning
Doko-doko Cangkuning (Bugis) atau Roko-roko Cangkuning (Makassar) merupakan salah satu kue tradisonal Bugis Makassar yang sebenarnya sudah ada diseluruh nusantara, meski serupa namun pada dasarnya tidak sama. Di Jawa, kue ini dikenal dengan nama kue mendut, dibungkus dengan daun pisang muda dengan dilipat segiempat sedangkan di Sumatera, terutama Sumatera Barat, kue ini disebut dengan nama “lapek bugis” atau “lepat bugis”, dibungkus dengan daun pisang dan dilipat menyerupai piramida.
Doko artinya bungkus yang diisi dengan adnonan bugis yang disebut cangkuning. Karena dibungkus lagi dengan daun, makanya dinamakan doko-doko cangkuning.



Bandang-Bandang
Kue tradisional yang satu ini sebenarnya bukan asali daerah Bugis Makassar, tetapi juga selalu menjadi bagian wajib di acara hajatan tradisional. Kue Bandang-bandang ini cukup dikenal secara nasional dengan sebutan berbeda di setiap daerah, namun secara nasional kue ini biasa disebut nagasari.


Sebnarnya masih banyak lagi kue khas daerah bugis yang kami tidak bisa masukkan deskripsinya disini, seperti:  Bandang lojo, Sanggara balanda, Pallu Butung, Pisang Ijo, Tape dan masih banyak lagi lainnya.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

2 komentar:

  1. enak,enak,enak,....bagi resep sikaporox dong,soalya aku sering makan diacara pengantin,emang rasanya enaaaaaaak banget.tapi belum tau cara buatnya.

    BalasHapus
  2. http://musikpinrang.blogspot.com/2015/01/resep-membuat-sikaporo.html

    BalasHapus

Item Reviewed: Kue Khas Bugis - Pinrang Rating: 5 Reviewed By: Reinkarnasi